MENGENAL BPR SYARIAH

Juni 23, 2009 nisa


BPR Syariah Melayani Usaha Mikro dan Kecil (UMK)

BPR syariah adalah salah satu jenis bank yang diizinkan beroperasi dengan system syariah di Indonesia. aturan hokum mengenai BPR syariah mengacu kepada Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 dan Peraturan Bank Indonesia (PBI). Dalam system perbankan nasional, BPR syariah adalah bank yang didirikan untuk melayani Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Sector UMK ini yang menjadikan BPR syariah berbeda pangsa pasarnya dengan Bank Umum/ Bank Umum Syariah. Dalam system perbankan syariah, BPR syariah merupakan salah satu bentuk BR yang pengelolaannya harus berdasarkan prinsip syariah.

Pelayanan BPR Syariah

BPR syariah terfokus untuk melayani Usaha MIkro dan Kecil (UMK) yang menginginkan proses mudah, pelayanan cepat dan persyaratan ringan. BPR syariah memiliki petugas yang berfungsi sebagai aramada antar jemput setoran dan penarikan tabungan/deposito termasuk setoran angsuran pembiayaan. Pelayanan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat UMK yang cenderung tidak bias meninggalkan usaha kesehariannya di pasar/took/rumah.

Produk BPR Syariah

Prinsip syariah dalam BPR syariah diberlakukan untuk transaksi pendanaan (tabungan dan deposito) maupun pembiayaan (pinjaman). BPR syariah mengelola dana masyarakat dengan system bagi hasil. Engan system bagi hasil, masyarakat penyimpan dana akan mendapatkan bagi hasil secara fluktuasi karena sangat bergantung kepada pendapatan yang diperoleh BPR syariah. Untuk itu, perlu disepakati nisbah (porsi) di awal transaksi. Setiap tabungan maupun deposito yang disimpan di BPR syariah mendapat jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sepanjang sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat akan tetap merasa aman untuk menyimpan dananya di BPR syariah.

Dalam transaksi pembiayaan (pinjaman), BPR syariah memberikan pembiayaan kepada UMK dengan system jual beli, bagi hasil, maupun sewa. Pilihan atas sistemsyariah tersebut sangat bergantung kepada jenis pembiayaan yang diajukan oleh masyarakat kepada BPR syariah. Selain itu, BPR syariah juga bias melakukan praktik pegadaian yang dikelola dengan system syariah.

Usaha BPR Syariah

  1. Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk:
  1. Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah
  2. Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah
  3. Prinsip jual beli (murabahah, istishna’, salam)
  4. Prinsip sewa menyewa (ijarah)
  5. Prinsip bagi hasil (mudharabah, musyarakah)
  6. Prinsip kebajikan (Qardh)
  1. Menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan berdasarkan:
  1. Menempatkan dana dalam bentuk giro, tabungan, deposito pada bank syariah lain.
  2. Melakukan kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan UU Perbankan dan prinsip syariah.

Sumber: Bank Indonesia

Iklan

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
    Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: